img

Admin

| Internasional

272

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 tercatat sebesar 5,02 persen, membaik dibandingkan dengan di 2015 yang sebesar 4,88 persen. Adapun pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut masih sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia (BI).  

Secara triwulanan, ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2016 tumbuh sebesar 4,94 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan capaian triwulan sebelumnya yang sebesar 5,01 persen (yoy) terutama akibat melambatnya konsumsi pemerintah sejalan dengan kebijakan penghematan belanja pemerintah.

Pertumbuhan ekonomi 2016, khususnya di triwulan IV-2016 didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga, perbaikan kinerja investasi, dan peningkatan ekspor. Konsumsi rumah tangga masih tumbuh cukup kuat didukung oleh terkendalinya inflasi.

"Peningkatan kinerja investasi terutama didorong oleh pertumbuhan investasi nonbangunan dalam bentuk kendaraan dan peralatan lainnya," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Perbaikan ini terindikasi pada kinerja sektor pertambangan dan perkebunan yang meningkat. Di sisi lain, investasi bangunan melambat sejalan dengan belum kuatnya dukungan investasi sektor swasta. Sementara itu, kinerja ekspor menunjukkan perbaikan yang signifikan seiring dengan mulai meningkatnya harga beberapa komoditas seperti harga batu bara dan CPO.

Ke depan, kata Tirta, BI memperkirakan ekspansi perekonomian masih terus berlanjut di 2017. Perkembangan harga komoditas yang membaik dan perbaikan ekonomi dunia yang terus berlangsung diharapkan dapat menopang kinerja ekspor Indonesia.

Dengan permintaan domestik yang masih solid dan peningkatan permintaan dunia, investasi diperkirakan terus membaik. Penurunan suku bunga juga diharapkan dapat mendorong kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi didukung oleh implementasi paket kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, pemanfaatan ruang pelonggaraan moneter secara terukur dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan akan turut memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Tirta.

BI akan terus memonitor berbagai perkembangan baik domestik maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. Dengan stabilitas makroekonomi terjaga, perekonomian Indonesia akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan.

Back to Top